Musik 80

Artis 80

Film 80

Recent Posts

Festival Lagu Populer Indonesia 1980

22.05 Add Comment
Festival Lagu Populer Indonesia 1980 -DI tahun 1980, FLPI memasuki penyelenggaraan yang ke delapan. Jumlah lagu yang menjadi finalis ada 9. Entah mengapa tidak digenapkan menjadi sepuluh seperti lazimnya sebuah festival lagu. Para komposer yang menjadi finalis antara lain ANTON ISSOEDIBYO, YOUNKY SOEWARNO, ROBBY LEA dan TARIDA HUTAURUK. Pemenang tahun ini adalah ROBBY LEA dengan lagu SIMPHONY YANG INDAH dan dinyanyikan BOB TUTUPOLY. Lagu ini juga berhasil menjadi hits besar tahun itu. Hanya saja, lagu yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang World Pop Sog Festival di Tokyo adalah sebuah lagu ciptaan ROEKANTO & ESTI berjudul SENJA MERAH, yang dibawakan oleh MARINI.



Hits lain dari FLPI 1980 ini adalah lagu PRA yang dinyanyikan HETTY KOES ENDANG, serta lagu yang sempat banyak dipakai untuk 'tari kreasi baru' ala 17 agustusan, INDAHNYA MUSIK KAMI. Music Director lagu-lagu finalis tahun ini adalah ELFA SECIORIA.

Lagu-Lagu Finalis Festival Lagu Populer Indonesia 1980

1.SYMPHONY YANG INDAH
Cipt : Robby Lea
Penyanyi : Bob Tutupoly
2. PRA
Cipt : Bagyo Mangkuwiduro
Penyanyi : Hetty Koes Endang
3. INDAHNYA MUSIK KAMI
Cipt : Anton Issoedibyo
Penyanyi : Geronimo V
4. KAU, DIA, AKU
Cipt : Tarida P. Hutahuruk
Penyanyi : Berlian Hutahuruk
5. SENJA MERAH
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Marini
6. SEDERHANA TAPI NYATA
Cipt : Yuwana, Anton, Gito, Yus
Gito Rollies
7. MISTERY
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Zwesty Wirabhuana
8. SURYA KHATULISTIWA
Cipt : Roekanto D & Esti W
Penyanyi : Harvey Malaiholo
9. BULAN DIATAS TELAGA
Cipt : Younky M. Soewarno & Jonathan Purba
Penyanyi : Melky Goeslaw
(Tahun 80)

Festival Lagu Populer Indonesia

22.03 Add Comment
Festival Lagu Populer Indonesia  - Semua mungkin udah tahu kalau musik Indonesia di era 80an memang sangat berwarna. Lengkap lengkip semua ada dan punya massa sendiri-sendiri. Dari yang cengeng menye-menye, yang kreatif progresif, yang keras menghentak, semua punya wakil dan icon masing-masing. Penyanyi yang muncul juga beragam. Dari yang suaranya seperti layang-layang putus tapi berwajah cantik, sampai yang suaranya dahsyat dengan wajah biasa-biasa saja semua ada.

Dari situasi musik Indonesia era 80an, ada yang tidak bisa dilepaskan yaitu menjamurnya lomba cipta lagu yang dikenal dengan embel-embel festival lagu. Ada banyak lomba semacam ini di era itu. yang paling besar dan bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini bergengsi karena merupakan ajang seleksi lagu yang akan mewakili Indonesia di ajang WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, Tokyo, Jepang.



Festival-festival sejenis yang cukup bergengsi adalah FESTIVAL LAGU POPULER ASEAN (FLPA) yang merupakan ajang seleksi lagu untuk ajang ASEAN POP SONG FESTIVAL. Ada juga LOMBA CIPTA LAGU REMAJA (LCLR) yang dimotori Radio PRAMBORS, sebuah ajang yang meskipun tidak menjanjikan untuk dikirim ke festival luar negeri tetapi terbukti menjadi ‘kawah candradimuka’ bagi banyak musisi handal Indonesia.

Diluar itu, masih ada lagi LOMBA CIPTA LAGU PEMBANGUNAN, LOMBA CIPTA LAGU KEBERSIHAN, LOMBA CIPTA LAGU HUTAN, LOMBA CIPTA LAGU DANGDUT, bahkan FESTIVAL LAGU POP MINANG. Sungguh ‘beruntung’ para komposer di era 80an karena punya ajang yang bisa menyalurkan kemampuan mereka, bukan sekedar sisi komersial tetapi juga nilai estetika sebuah lagu.

Bakalan panjaaaaang banget kalo kita bahas semua festival itu. maka, kita fokuskan saja untuk membahas ajang terbesar dan terlama dari semua festival-festival itu. Ya, benar… FESTIVAL LAGU POPULER INDONESIA (FLPI). Ajang ini memang sudah dimulai sejak tahun 1973, tapi sepertinya di era 80an-lah ajang ini mencapai masa keemasannya. Di era ini, lagu-lagu jebolan FLPI melesat menjadi hits besar yang bahkan masih dinyanyikan orang sampai hari ini. Bukan hanya lagu-lagu pemenang yang menjadi hits, lagu-lagu yang masuk final juga banyak yang meraih sukses.

Ajang ini juga menjadi semacam ajang pembuktian penyanyi-penyanyi hebat. Maklum, pemenang ajang ini secara rutin dikirimkan ke festival lagu internasional, sehingga tidak heran, menjadi penyanyi yang membawakan lagu-lagu finalis sudah merupakan prestise tersendiri karena tidak semua penyanyi bisa terlibat di ajang ini. Jadi tidak heran, sederet penyanyi hebat yang terlibat adalah sekelas VINA PANDUWINATA, HARVEY MALAIHOLLO, HETTY KOES ENDANG, ANDI MERIEM MATTALATTA, ELFA’S SINGERS, GERONIMO, BOB TUTUPOLY, ACHMAD ALBAR, EUIS DARLIAH, TITIEK PUSPA, GRACE SIMON, RUTH SAHANAYA, TRIE UTAMI, UTHA LIKUMAHUWA dan sederet nama hebat lainnya.

Di era 70an, Indonesia pernah meraih sukses di ajang festival lagu internasional yang diadakan di Tokyo, ketika lagu pemenang kedua FLPI 1977 DAMAI TAPI GERSANG ciptaan ADJIE BANDI berhasil menjadi juara pertama di ajang itu. Nampaknya sukses itu membuat ajang FLPI menjadi ajang yang dinantikan oleh para komposer dan penyanyi Indonesia untuk bisa meraih sukses yang sama. Maka di era 80an sederet komposerpun berlomba-lomba menampilkan karya terbaiknya di ajang ini. Dan entah disengaja atau memang lagu-lagu mereka memang lebih unggul, deretan finalis dari tahun ke tahun selalu berkisar dari itu ke itu saja seperti ELFA SECIORIA, WIEKE GUR, TITIK HAMZAH, YOVIE WIDIANTO, ANTON ISSOEDIBYO, GURUH SOEKARNO PUTRA, TARIDA HUTAURUK, MINGGUS TAHITOE dan beberapa nama lain.

Yang khas dari festival ini adalah lagu-lagunya. Embel-embel ‘festival’ rupanya membuat lagu-lagu yang ditampilkan menjadi berbeda dengan lagu-lagu pop yang biasa beredar di pasaran. Inilah yang membedakan FLPI dengan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang juga eksis saat itu. Lagu-lagu jebolan LCLR terdengar lebih ‘bebas’ berekspresi, sementara di FLPI, lagu-lagunya (terutama yang menjadi pemenang) biasanya punya patron yang sama : melodinya lebih rumit dibandingkan lagu-lagu pop biasa, dan membutuhkan penyanyi dengan penguasaan vokal yang kuat untuk membawakannya. Liriknya juga tidak sembarangan, puitis tapi tidak bombastis. Satu lagi yang khas, aransemen lagu-lagunya selalu grande dalam format orkestrasi.

Dalam penyelenggaraan setiap tahunnya, lagu-lagu finalis selalu diperkenalkan di TVRI dalam sebuah acara khusus. Dan tentu saja, penyelenggaraan malam finalnya juga selalu direlay oleh TVRI sehingga otomatis dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya iya lahhh… stasiun TV cuma satu-satunya. Mungkin inilah yang membuat lagu-lagu hasil FLPI meskipun terdengar lebih berat dibandingkan lagu-lagu pop komersial saat itu, justru bisa eksis dan menjadi hits ketika dirilis di pasaran.

Meskipun ajang ini adalah ajang yang bagus dan dinanti-nanti. Sayangnya memasuki era 90an, FLPI lenyap dari peredaraan. FLPI tahun 1991 adalah penyelenggaraan terakhir ajang ini. Konon salahsatu alasannya adalah karena ajang internasional WORLD POP SONG FESTIVAL yang diadakan di BUDOKAN HALL, TOKYO, JEPANG, sudah tidak diadakan lagi sejak tahun 1988, sehingga penyelenggaraan FLPI dinilai kurang greget karena maksud diadakannya festival ini memang sekaligus sebagai seleksi untuk mengikuti ajang internasional itu. Sayang ya… :(

Oke, cing… karena kita ngomongin era 80an, berikut ini kita simak perjalanan FLPI dari tahun 1980 sampai 1989 saja.
(Tahun 80)

Buku Pelajaran Sekolah Tahun 80

21.48 Add Comment
Buku Pelajaran Sekolah tahun 80 - Mari kita mengenang kembali buku-buku sekolah di tahun 80-an. Untuk membedakan buku dipergunakan kelas berapa, kadang hanya beda warna sampulnya. Dan juga, jaman dulu tuh, buku pelajaran bisa dipakai selama 5 tahun, jadi bisa dipakai oleh adik-adik kita. Kadang malah bisa pinjem buku bekas punya tetangga yang sudah naik kelas.

Buku bacaan Bahasa Indonesia untuk kelas 1-3 kalau tidak salah, tokohnya adalah Budi, Wati (kakak Budi) dan Iwan (adik Budi). Kalau diperhatikan gambarnya, Wati anak pertama, tapi badannya malah lebih besar Budi, hehe...

Pelajaran pertama kelas 1 SD seperti ini:
ini budi
ini ibu budi
ini bapak budi
ini kakak budi
ini adik budi
Awalnya di eja seperti ini:
i-n-i   b-u-d-i
i-n-i   i-b-u  b-u-d-i
dst...

Betapa sabarnya bapak/ibu guru kelas 1 SD dulu ya? Pelajaran dimulai dari pertama, mengenal huruf, mengeja hingga bisa membaca dengan lancar. Dan biasanya yang jadi guru kelas 1 koq perempuan ya? Apakah karena perempuan lebih sabar dan telaten mengajari anak usia kelas 1?
Tapi bener koq, guruku kelas 1 SD dulu perempuan, sabar, cantik lagi. Thank untuk ibu guru Handrini, dan ternyata ibu guruku ini masih kerabatku :)

Isi bacaan buku bahasa Indonesia juga tentang kehidupan sehari-hari, misalnya berkebun, berlibur, memetik buah jambu, menangkap anai-anai (laron bahasa Jawa), dan lain-lain. Banyak yang sudah lupa sih.

Untuk buku bahasa Indonesia kelas 4-6 kalau tidak salah, tokohnya berganti Arman, Ima dan Andi. Masih sama, tiga bersaudara juga.

Yuk, kita buka memory, mengenang kembali buku-buku lama waktu sekolah SD dulu. Dengan melihat sampul buku-buku sekolah jadul, pada tahun 80-an ini semoga kita ingat lagi masa kecil dulu.
Eh sudah 35 tahun lebih ya? tak terasa... :)








(Tahun 80)

Film Seri Friday The 13th

21.44 Add Comment
Film Seri Friday The 13th - “Friday the 13th; The Series” adalah adalah serial TV horor produksi Amerika-Kanada yang ditayangkan resmi sejak  3 Oktober 1987 sampai 26 Mei 1990 selama 3 Seasons, di Indonesia ditayangkan TVRI di tahun 1990-1991  setiap malam Jumat. Awalnya serial ini berjudul “The 13th Hour”, namun produser Frank Mancuso, Jr. Menganggap bahwa serial ini akan menjaring lebih banyak penonton jika menggunakan judul film “Friday the 13th”, film horor  yang sukses di tahun 80an, namun walaupun judulnya sama, tidak ada hubungan sama sekali antara serial ini dengan film tersebut (terkecuali genre-nya yang sama-sama horor).



Serial ini berkisah tentang penjual barang antik bernama Lewis Vendredi (R.G Armstrong) yang melakukan deal/ perjanjian dengan iblis untuk menjual barang-barang antik “kutukan” di tokonya, sebagai imbalannya, Lewis mendapatkan kekayaan, kekuatan sihir dan keabadian. Namun kemudian Lewis membangkang dan mengingkari perjanjianya, sehingga sang Iblis mengambil jiwa Lewis.
Setelah kematian Lewis, toko barang antiknya secara hukum diwariskan kepada keponakannya, Micki Foster (Louise Robey) dan sepupu iparnya, Ryan Dallion (John D.LeMay). Mereka kemudian menjual barang-barang antik kutukan di tokonya sebelum kemudian dihentikan oleh Jack Marshak (Chris Wiggin). Jack adalah teman Lewis, seorang pensiunan penjelajah dunia, yang juga pengumpul /pemasok barang-barang antik di toko Lewis (sebelum barang-barang itu dikutuk).

Serial ini kemudian berkembang dengan kisah perburuan barang-barang antik yang telah terjual tersebut, kebanyakan barang-barang itu dimiliki oleh orang-orang yang kemudian mengetahui dan menggunakan kekuatan jahat yang ada didalamnya, dan merekapun tidak mau mengembalikannya, padahal benda-benda terkutuk tersebut selalu meminta tumbal..

Bagaimana serunya kisah-kisah tersebut? Silahkan anda download dan saksikan sendiri..
Serial ini saya download di server lokal (Indowebster) dengan format Rar, didalamnya terdapat 2 file yakni video (avi) dan teks Indonesia (srt), untuk menggunakannya ekstrak terlebih dahulu file yang telah anda download

LINK DOWNLOAD
http://www.indowebster.com/friday_13th_episode_1_tv90an.html
http://www.indowebster.com/friday_13th_episode_2_tv90an_blogspot_com.html



(Tahun 80)

Mitos Gerhana Matahari di Tahun 1983

11.51 Add Comment
Mitos Gerhana Matahari di Tahun 1983 - Datangnya gerhana matahari total 11 Juni 1983 lebih banyak menimbulkan kegemparan dan ketakutan bagi masyarakat di Pulau Jawa. Penyebabnya, sebagian penduduk Jawa ketika itu masih mempercayai mitos seputar gerhana.

Ketika itu Sumarsono, seorang penarik becak di Semarang, asal Desa Ngelo Kecamatan Ngelo Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih percaya gerhana adalah matahari yang dimakan Batara Kala. Menurut dia, orang harus menggagalkan upaya Kala dengan cara menabuh alat bebunyian seperti kentongan, kaleng kosong, perkakas dapur, dan lesung.

Tanaman juga harus diselamatkan. Pohon-pohon buah seperti pohon mangga dan kelapa harus dipukul batangnya agar terhindar dari serangan Batara Kala. Tanaman sawah, lanjut dia, seperti padi, jagung, ketela, dan palawija lainnya ditolong dengan cara disirami air.



Saat gerhana, Sumarsono pulang ke kampung halamannya demi menyelamatkan sepetak sawah miliknya dan tanaman di rumahnya. "Saya akan pulang menyelamatkan tanaman, sebab bila tidak berarti sumber sandang, pangan bagi istri dan anak akan habis," katanya seperti dilansir Kedaulatan Rakyat terbitan 3 Juni 1983.

Sumarsono mengatakan, ternak juga harus dibangunkan agar selamat dengan cara dicambuki menggunakan dahan pohon. Saat gerhana matahari total, beberapa hewan memang tertipu akan gelapnya suasana dan tidur karena mengira sudah malam.

Selain cerita Sumarsono tadi, banyak media juga memberitakan ketakutan perempuan hamil terhadap gerhana. Ada keyakinan Batara Kala juga mengincar perempuan hamil sehingga harus bersembunyi.

Baca juga: Ibu Hamil Dilarang Nonton Gerhana karena Bahaya, Hoax atau Fakta?

Bahkan mereka dianjurkan sembunyi di kolong tempat tidur agar tidak keguguran. Mereka yang meyakini mitos ini percaya bila perempuan hamil melanggar anjuran sembunyi itu, maka akibatnya bisa berbahaya.
(Berita Unik)(Tahun 80)