This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 Maret 2012

Dunia dalam Berita Tahun 80-an

Cerita stensilan di Tahun 80-an

Cerita stensilan di Tahun 80-an - Cerita stensilan mengalami masa jaya sebelum teknologi mesin fotocopy, mesin cetak inkjet, laser, mini offset, dan mesin cetak offset memasyarakat di Indonesia.  Banyak buku-buku murah, bahkan termasuk juga buku-buku murahan, dicetak dengan menggunakan media kertas stensil.


Teknologi grafika, stencil duplicator, menjadi salah satu produk sederhana untuk menggandakan berbagai buku, brosur, kertas ujian, selembaran, dan sebagainya. Jauh lebih murah daripada harus menggandakan dengan letterpress, handpress, juga offset.

Sekitar awal tahun 90-an, mesin stensil mulai meredup dari kesuksesan. Digantikan dengan mesin fotocopy dengan biaya yang terjangkau. Mini offset mulai banyak dikenal, dengan munculnya berbagai Toko Mini Offset di masyarakat. Sebagian orang tetap menilai cetakan stensil dengan menggunakan electronic sheet mempunyai hasil cetakan yang lebih bagus. Tetapi, sebagian lain lebih memilih untuk menghindari ruang stensil dengan bekas ceceran tinta hitam di mana-mana.

Cerita Dewasa

Keberadaan mesin stensil digunakan untuk menerbitkan karya-karya yang dibuat terbatas dan untuk dikonsumsi dengan harga yang sangat terjangkau.

Muncul berbagai novel-novel murah yang bertemakan cerita cinta, seks, horor, dan sebagainya. Pada dekade 1980-an. Novel-novel ini memiliki tempat tersendiri bagi para penggemarnya. Khusus di kalangan remaja-dewasa, novel stensilan Enny Arrow mulai menyebar di masyarakat.

Banyak dijajakan kios-kios buku, lapak-lapak buku bekas kaki lima, para pedagang koran dan majalah.  Baik sembunyi-sembunyi dan ditawarkan dengan berbisik, dipajang pada deretan buku-buku bekas, atau ditawarkan dengan terang-terangan.

Melihat minat publik yang menjanjikan, bermunculan banyak pengarang yang “misterius” menyuguhkan berbagai cerita cinta dewasa. Pengarang Enny Arrow, lebih misterius. Karena sampai detik ini tidak ada yang mengetahui siapa pengarang stensilan yang mengekspos kisah seks dewasa tersebut. Banyak pula pengarang stensilan menggunakan nama “Enny Arrow” agar novelnya dikejar oleh para penggemar, sekaligus meningkatkan rating “Anny Arrow” di khalayak publik.

Pada akhir tahun 2000, tersiar kabar penangkapan Suwarno dengan ribuan tumpukan kopi cetak stensilan. Dia dianggap sebagai behind the scene buku stensil Enny Arrow. Tapi penangkapan polisi ini tetap tidak mengungkap siapa sebenarnya Enny Arrow.

Nama “Enny Arrow” lambat laut menjadi istilah yang sangat lekat dengan “cerita stensilan”, sebuah buku murah berbahan kertas stensil dengan tema cerita cinta yang dibumbui fantasi imajinasi tentang cinta dan seks dewasa. Melalui buku stensilan, pada saat itu menjadi referensi awal pelajaran seks di kalangan remaja.

Tahun 2003, sebuah survey dari majalah Men’s Health versi bahasa Indonesia mengatakan sekitar 17,2 %  respondennya mengakui bahwa literatur pertama pengetahuan tentang seks berasal dari bacaan-bacaan stensilan Enny Arrow.

Sebenarnya karangan Enny Arrow tidak memiliki tema dan jalan cerita jelas. Tetapi bahasa hiperbolis dan ungkapan vulgar, sengaja diekspos untuk membangkitkan imajinasi para pembaca. Seakan menyiratkan kenyataan tersembunyi tentang kehidupan seks di tengah masyarakat.

Bisa saja menjadi sebuah kritik atas kemunafikan sosial dan pelecehan atas norma-norma moral yang berlaku di masyarakat. Walaupun kehadiran stensilan ini tetap memberikan dampat tersendiri bagi para pembaca, terutama para remaja yang memiliki rasa penasaran yang tinggi.

Stensilan Horor

Dekade 80-an. Banyak muncul pengarang novel stensilan tentang cinta, seks, jimat, horor, balas dendam, misteri hantu. Di antaranya adalah Abdullah Harahap sebagai pengarang produktif dengan puluhan karya. Dia bukan tokoh terkenal dan orang penting dalam dunia sastra. Tetapi di kalangan masyarakat, karya stensilannya memiliki banyak penggemar yang senang dengan suguhan adegan horor dan misteri.

Pembacaan ulang pada karya stensilan Abdullah Harahap, mengilhami tiga penulis dari zaman muktahir sastra Indonesia untuk menyusun karya krearif dan kolaboratif. Sebuah buku kumpulan cerpen berjudul, “Kumpulan Budak Setan”.

Karya terbaru ini, sebagai sebuah bentuk apresiatif pada karya stensilan Abdullah Harahap, merefleksikan kenyatan hidup yang penuh pilihan. Pilihan-pilhan yang menggiurkan untuk sebuah kerakusan dan kehausan gelimang harta duniawi. Seperti akhir cerita dalam cerpen-cerpennya, selalu berujung pada jurang perangkap yang membelenggu manusia menjadi budak-budak setan, hamba kegelapan. Dan tentunya, penuh penyelasan.

Sebenarnya, cerita stensilan dengan tema cerita cinta bernilai sastra kekinian masih memiliki peluang yang baik. Terutama, harga yang terjangkau. Hingga banyak para penerbit menggunakan media stensil untuk mencetak buku-buku tebal dengan isi naskah berkualitas. Hal ini dimaksudkan agar buku bacaan terbitannya mampu dibeli luas oleh semua kalangan masyarakat.

Jelas, strategi ini lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan dengan harga murah (tahun 80)

Lagu Barat di Tahun 80-an

.38 Special – Back To Paradise

.38 Special – Back Where You Belong

.38 Special – Caught Up In You

.38 Special – Hold On Loosely

.38 Special – If I’d Been The One

.38 Special – Like No Other Night

.38 Special – Second Chance

.38 Special – Teacher Teacher

.38 Special – You Keep Runnin’ Away



Tren Bulu Ketiak di Film Tahun 80an

Tren Bulu Ketiak di Film Tahun 80an - Ini film jaman taon 80-an, waktu jamannya warkop, eva arnaz, dll deh.






(Tahun 80)

Ciri khas Film Indonesia Tahun 80′an

Ciri khas Film Indonesia Tahun 80-an - Adegan-adegan yang biasanya ada dalam film-film Indonesia “jadul” (jaman dulu) 1980-an:

1. Makan bersama keluarga. Entah maksudnya apa, selalu pamer apa yang dimasak + pembantu rumah tangganya, atau pamer peralatan dapur. Dan biasanya minumannya selalu jus jeruk.

2. Cinta yang tidak disetujui orang tua. Entah sudah berapa judul film Rano Karno yang temanya beginian.

3. Tokoh Ayah selalu berbaju safari. Biasanya warnanya coklat muda, dengan 2 bolpen di kantongnya, membawa koper, dan biasanya ke kantor.

4. Polisi yang selalu datang terlambat. Seperti biasa, polisi selalu terlambat untuk menangangi masalah dalam film Indonesia , dengan kalimat yang kaku dan khas: “Ini memang buronan yang sedang kami cari, Pak!”

5. Adegan pub/bar/nightclub. Scene ini biasanya lampu remang-remang warna kemerahan, diiringi musik-musik kaya’ ABBA, Beegees, Kool and The Gang. Lalu minuman diberi obat perangsang.

6. Masuk Rumah Sakit. Biasanya karena penyakit yang baru disadari sudah stadium 2 atau 3, karena mengidap kanker, leukimia, atau jantungnya kambuh. Sangat jarang penyakitnya bengek, korengan, atau diare. Dokternya biasanya berkumis, badan agak gemuk, kacamata baca model Malcolm X, stetoskop menggantung di leher, dan biasanya ngomong : “Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, kami akan berusaha semampu kami.”

7. Adegan lari-larian di taman atau di pinggir laut sambil ketawa-ketawa kecil “hahaha…hahaha…” trus yang cewek menjatuhkan diri. Maksudnya romantis, tapi kok malah jadi lucu. Trus saat adegan ciuman, diganti (disensor) dengan deburan ombak atau bunga mawar.

8. Mau di-per-kosa trus nggak jadi karena jagoannya datang. Entah dari mana, tiba-tiba berantem aja sama yang mau mem-per-kosa.

9. Tokoh kyai/orang sakti/pemuda yang alim. Biasanya untuk ngusir setan kaya kuntilanak, arwah penasaran dan lain-lain. Banyak ditemui di film-film horor Indonesia dan biasanya selalu menang.

10. Di setiap ending film pasti disertai dengan tulisan: SEKIAN, TAMAT, SELESAI, dan lain-lain dengan warna-warna yang cerah.

11. Kalau cowok pergi ngapel ke rumah camer biasanya bawa oleh-oleh kue tart yang norak-norak (zaman segitu belum ada black forest, atau tiramisu sih!)

12. Kalau kuliah naik motor and berambut gondrong.

13. Cewek kalau dijemput cowoknya pakai mobil, pintunya dibukain.

14. Adegan buang puntung rokok, terus dimatiin pake kaki. Mungkin biar sepatu boot/kulit mengkilap-nya keliatan.

15. Kalau perpisahan bikin acara disko sendiri di rumah.

16. Terjadinya ML ya karena gak sengaja, sering kali gara-gara kehujanan atau pada saat hujan.

17. Kalau mau ketemu cewek, si cowok sisiran dulu. Rambut gondrong dangdut, diminyakin dan sisirnya ditaruh di saku belakang. Biar tambah keren, biasanya sisirnya nongol sedikit.

18. Nama peran utamanya kalau cowok selalu JOHAN, HENDRA, ANTON, BRAM, dll

19. Kalau naik motor nggak pernah pake helm.

20. Cewenya kalau habis dimarahin sama bokapnya, biasanya langsung lari ke kamar terus nangis tersedu-sedu di ranjang (biasanya film-film Oma Irama).

21. Suka ada iklan tersembunyi, biasanya rokok. Pemeran utama megang2 rokok dengan gaya garing, biar merek nya bisa kesorot kamera.

22. Kalau pemeran utama cowoknya dalam ceritanya udah jadi tua, biasanya mukanya cuma tinggal ditambahin kumis doang. Tapi tampangnya tetep aja muda.

23. Kalau film silat, gadis desanya senang nyuci di kali pakai kemben, bawa bakul, bajunya cuma 2 biji. Pas lagi nyuci, datang penjahat dan langsung tuh pejahat pengen mem-per-kosa.

24. Kalau film perang, kapten Belanda biasanya orang Indonesia pake wig pirang, serdadunya senang jalan-jalan keliling kampung, pas liat cewek lagi nyuci di kali,kejadian berikutnya sama dengan no 23 di atas.

25. Biasanya kisah sedihnya beruntun. Misalnya: anak sakit, nggak punya uang, mau beli obat, hujan deras, eh si emak ketabrak mobil lagi..(apesss. .)

27. Anak SMA pake seragam, lengannya dilinting, nggak cewe ngga cowo. Celananya baggy, atau yang pipanya nyempit di bawah.

28. Rambut cewek belahannya di samping.

29. Vokal untuk theme song suaranya lirih dan mendesah desah. (ahh..ahhh.. ahhh..)

30. Kalau ada yang mau mati, pasti ninggalin pesen duluan, baru mati. (nah lho..)

31. Suara cewe kalo lagi marah pasti jadi gembret.

32. Zainal Abidin kebanyakan jadi tokoh Bapak.

33. Kalau di film anak-anak, biasanya ibu atau bapaknya meninggal. Si anak tinggal sama ibu tiri atau bibinya, dijadiin pembokat, dimarahin. Si anak kabur ke kota , jadi gelandangan. Biasanya dipungut orang kaya, trus jadi penyanyi cilik terkenal. Biar rada dramatis sering tuh anak akhirnya ditabrak mobil. Kadang dibikin mati, kadang cuma cacat.

34. Kalau ada cewek yang mau diculik, biasanya ntu cewek lagi jalan di tempat sepi yang nggak ada orang/mobil lewat. Padahal sebelumnya ga pernah dia lewat jalan sepi begitu. tau kali ya mau diculik????

35. Kalau film eksyen, adegan berantem di jalan ramai dilanjutkan dengan kejar-kejaran. Dari kota tiba-tiba pindah berantem ke tengah sawah! Proses tengahnya (kok dari kota bisa langsung nyebur kesawah) gimana, gak tau dah..

36. Kalau adegan daerah pelacuran, biasanya di pinggir sungai, ada becak sama warung jualan bir. Terus ada adegan WTS godain orang lewat. Kadang-kadang ada bencongnya juga.

37. Adegan batuk-batuk. Habis itu keluar darah…dilap tissue….dijamin abis itu pasti mati.

38. Cerita SMA biasanya sering ada murid baru, biasanya cewek. Sering ada adegan cowok godain cewek pake lemparan gulungan kertas atau kapur. Surat cintanya biasanya nyasar ke temen cewek yang jelek dan gendut atau ke ibu guru.

39. Kalau jajan di kantin biasanya makannya bakso, duduk di bangku panjang kayak di warteg. (ga ada makanan lain kali ya???)

40. Kalau lulus-lulusan biasanya kemping ke gunung, di bis nyanyi-nyanyi kayak anak TK.

41. Kalau bikin geng biasanya ada yang gendut, bencong, atau kurus.

42. Jagoan SMA biasanya ketua OSIS, kalau sekolah bawa tas kecil yang ditaruh di bahu, bukunya kadang cuma satu biji, lusuh lagi.

43. Hantu-hantu di film horor:
– Biasanya yang jadi korban duluan adalah orang yang lagi ronda.
– Kuntilanaknya sering jajan sate.
– tiap tengah malam ada aja tukang sate yang keliling (yang pasti bukan nyari pembeli, wong namanya tengah malam mana ada orang yang nyari.. apalagi di desa-desa)

44.Omar Syarif pasti jadi petinggi VOC atau paling tidak Demang Belanda, kerjaannya cari kembang desa, trus selalu bilang “Over Domeh” ke antek-anteknya (Modol teu omeh – siganamah)

45.Anteknya/ prajurit Demang Belanda kagak pernah banyak / kolosal, pasti cuma ber lima atawa ber enam, sementara Inlander-nya malah lebih banyak (Budget-nya nggak nyampe kali)

46.Kalo lagi makan di restoran pasti tamu-tamu yang lain pada jadi patung… ada yang duduk doang gak ngapa2in. Satu-satunya Jus yang dipesen gak disentuh-sentuh. … (kali ngirit biaya kalo harus shooting berulang-ulang)

47.Pasti keluar dari resto-nya berdua Cowok & Cewek…. Wagu Poolllll. Kagak pernah ada, cuma sendirian ato ama kucing.

48.”Pletak.. pletok..pletak. ..pletok. ..” kagak cewek kagak cowok kalo jalan sama aja bunyinya. (hak sepatunya dari baja kali ya.. wakakaka)

49. Pong Hardjatmo perannya selalu jadi penggoda wanita, juga kadang sering mem-perkosa. ….. pokoke mekso banget….

50. Terus keliling Jakartanya diseputaran Bundaran HI yang selalu nampak khas HOTELnya, biasanya naik mobil yang tahun lama banget (JADUL= jaman dulu) kalo nggak gitu ya Tugu Pancoran (Tahun 80)